Lelah, tak ada yang benar-benar mendorongku,
Menopangku, atau sekedar mengingatkanku.
Aku bukan layaknya wanita lain yang bisa bermanja dengan waktu,
Keadaan membuatku menelan semuanya tanpa siapapun.
Dewasalah, tak ada yang bisa menuntunku,
Aku terseok, terabaikan,
Atau bahkan malah dengan sengaja dilupakan,
Sabar menjadi suplemen keseharianku.
Andai bisa kau tengok,
Tak ada perempuan yang tahan ketika diperlakukan seperti tak ada,
Menjadi yang terkasih,
Tetapi paling tidak berharga.
Pintaku tak banyak,
Aku ingin seperti wanita lain,
Dipuji ketika aku layak dipuji,
Dimengerti ketika aku memasuki fase kesulitan,
Didorong dan dituntun layaknya anak kesayangan,
Diperhatikan ketika ku kelelahan,
Dirindui kala jarak menguasai waktu,
Dicari kabarnya ketika ku mulai menghilang.
Bahkan aku tak punya hak meminta itu,
Karena aku tahu kau tak memberikannya secara percuma,
Kau hanya ingin selalu diingatkan,
bahwa aku juga WANITA sama seperti mereka.
Biasakanlah aku tanpamu,
Biar suatu saat aku bisa, terbiasa dan menikmati waktu tanpamu,
Jika suatu saat itu terjadi,
Jangan raih aku untuk terbiasa denganmu lagi.
Kau tak pernah tahu,
Ini cukup membuatku mengerti seberapa berarti aku,
Apakah cinta dewasa seperti ini?
Bahkan tak pernah dicari kabarnya.
Miris,
Aku malah masih tertipu polahmu ketika didepanku,
Manis tapi membunuh,
Sakit ternyata.
#May 3, 2013
0 Comments:
Posting Komentar