SLIDE 1 (EDITED)

Aku Merindu
 
Malam ini hujan berbicara
Bersama langit gelap 
Seakan memelukku dan menceritakan 
Kenangan tentang kita
Kenangan yang selalu berkeliaran dalam pikiran ini
 
Terkadang semuanya begitu indah 
Namun, mengapa rindu ini menyiksaku
Mengingat waktu telah menciptakan jarak sejauh ini
Iya, waktu saja menjauhkan kita
Sungguh, ingin aku pergi
Pergi dari zona kegelisahan ini
Namun aku sadar, pergi bukan berarti terlepas akan semua tentang kita.
 
Entah apa yang ada dalam pikiranku
Kegelisahan, kemarahan, harapan
Dan keyakinan bahwa waktu akan mempertemukan kita kembali
Insyaalllah
 
 
 
Anugerah
 
Layaknya sang fajar meyapa puncak
Pegunungan dengan bahagia
Seperti itu pula ombak berlarian
Menyapa pasir putih dengan penuh keceriaan
 
Juga kami,
Tertawa bahagia bersama
Memeluk erat satu sama lain
 
Menurutku pertemanan bukan soal
Kita selalu bersama
Tetapi, untuk saling mengerti
Saling melengkapi,
Saling memiliki, menyayangi dan
Saling menjaga kepercayaan
 
Entah apa nama hubungan ini
seperti layaknya berjuta manusia
Dalam dunia ini, aku juga mengenal
Makhluk bernama sahabat
Sesorang yang selalu menjagaku
Memelukku dalam terpurukku
Menegurku dalam kesalahanku
Mendukungku dalam setiap keputusanku
Ku harap kita akan selalu seperti ini
Memejam mata untuk melihat mimpi
Berbicara panjang tentang dunia ini
Berjanjilah
Tidak akan ada jarak
kita akan selalu seperti ini
Sampai maut memisahkan kita
 
 
 
Cinta dalam Diam
 
sebuah kebahagian yang membuatku terbang
Terkadang juga membuat buta
Sulit dimengerti namu sensitif menyangkut semua hal
 
Senyuman selalu menghiasi wajah kami
Rasa nyaman dan tak ingin pergi 
Ini yang ku rasa
Sebuah perasaan yang tak bisa ku ungkap
 
Rasa ingin selalu bersama
Selalu bertemu 
Walaupun dengan mencuri waktu
Apa yang terjadi padaku
Melihatnya saja sudah membuatku bahagia
senyumannya kepadaku selalu membuatku bertanya-tanya
Benarkah dia merasakan hal yang sama
Tatapannya pun membuatku bermimpi
Suatu saat aku akan bersanding dengannya
Insyaallah
Mungkin ini yang orang sebut dengan 
Jatuh cinta
 
 
 
Sujudku
 
Jiwaku merintih
Hati dan pikiranku marah
Tanganku gemetar
Mataku menangis
 
Entah aku harus bagaimana
Berbicara sendiri tanpa siapapun
Entah pada siapa kuluapkan emosi ini
 
Dalam sujudku aku mengadu
Bercerita tentang semua yang terjadi
Aku meminta kedamaian dalam jiwaku
Aku meminta pertolonganNya atas semua masalahku
Dan kekuatan tuk hadapi urusanku
 
Maafkan aku tuhan
Jika aku bayak meminta
Iya, aku hambaMu yang hina
Ampuni hambamu yang hina ini
Entah lancang atau bagaimana atas banyaknya permintaanku

Karena yang ku tau mengingatMu adalah ketenangan bagiku  

0 Comments:

Posting Komentar

Social Profiles

Twitter Facebook Instagram LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

Advertise

Popular Posts

Advertise

Categories

Advertise

FOLLOWER

BTemplates.com

Blogroll

Pinterest

About

Copyright © Coretan Tanpa Arti | Powered by Blogger
Design by Okta Riady | Blogger Theme by Tasbih Group - Tasbih